Bogor — Pelaksanaan Diklat Bela Negara bagi wartawan anggota Persatuan Wartawan Indonesia menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2026.
Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan dirancang sebagai ruang refleksi dan penguatan peran wartawan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut. Lokasi kegiatan dipusatkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Kementerian Pertahanan di Bogor setelah mempertimbangkan kepadatan agenda di Akademi Militer Magelang.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal tanpa kendala teknis. Penyesuaian ini sekaligus memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Konsep pelatihan disusun berdasarkan kesepakatan pimpinan PWI dan Kementerian Pertahanan. Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri, Badar Subur, menyampaikan bahwa Diklat Bela Negara ini dirancang untuk membentuk wartawan yang tidak hanya profesional secara jurnalistik, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki solidaritas kebangsaan yang kuat.
Seluruh peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan secara kolektif tanpa pemisahan kelompok. Pendekatan ini dipilih untuk menumbuhkan kebersamaan, rasa saling percaya, dan komitmen bersama sebagai insan pers yang memiliki tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.
Selain pembekalan nilai-nilai dasar bela negara, kegiatan ini juga menekankan aspek kedisiplinan dan tanggung jawab. Pembatasan penggunaan telepon genggam, pengaturan aktivitas di barak, serta jadwal kegiatan yang ketat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. []
























