Polisi mengajak pengungsi makan bersama sekaligus memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak dan lansia pascabencana.
Gayo Lues – Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., bersama jajaran Pejabat Utama Polres Gayo Lues mengunjungi tenda pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Selasa, 30 Desember 2025. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan makan bersama para pengungsi serta penyaluran bantuan kemanusiaan, Selasa (30/12/2025).

Dalam kegiatan itu, Polres Gayo Lues menyalurkan bantuan berupa sembako dan pakaian baru. Bantuan diprioritaskan untuk kelompok rentan, terutama lanjut usia dan anak-anak yang terdampak bencana, termasuk pengungsi asal Desa Agusen yang saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian.
AKBP Hyrowo mengatakan, kehadiran aparat kepolisian di tengah pengungsian merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh perhatian dan pendampingan secara menyeluruh.
“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak dan lansia, tetap mendapatkan perhatian,” kata Hyrowo di sela kegiatan.
Selain penyaluran bantuan, Polres Gayo Lues juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi. Pendampingan dilakukan melalui permainan edukatif, interaksi ramah, serta hiburan sederhana yang dirancang untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan tekanan psikologis akibat bencana.

Hyrowo menilai, pemulihan psikologis merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana yang tidak bisa diabaikan. Menurut dia, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami trauma jika tidak mendapatkan pendampingan sejak dini.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap masyarakat pengungsi yang tetap menunjukkan keramahan dan nilai-nilai budaya lokal. Ia menilai, kearifan masyarakat Gayo dan Aceh yang menjunjung tinggi sikap memuliakan tamu tetap terlihat meskipun warga berada dalam kondisi serba terbatas.
Sementara itu, sejumlah pengungsi asal Desa Agusen menyampaikan harapan agar pemerintah segera menyediakan hunian sementara yang layak. Mereka menilai, tinggal terlalu lama di tenda pengungsian berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan psikologis, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Polres Gayo Lues menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan optimal, termasuk mendukung percepatan penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak. [AHDA, G]
Sumber: Humas Polres Gayo Lues.
























