Blangkejeren/Warta Tribun – Jalan penghubung antara Desa Kute Reje dan Desa Soyo di Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, kembali siap melayani perjalanan masyarakat setelah sebelumnya sempat terputus akibat material longsor yang terbawa banjir bandang.
Pembukaan jalan yang dilakukan pada Sabtu, (17/01/2025), menjadi kabar baik bagi seluruh warga yang selama ini mengandalkan jalur ini sebagai akses utama untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Proses pembersihan jalan yang menghubungkan kedua desa tersebut dilakukan melalui kerja sama erat antara Polsek Terangun dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Personel kepolisian turut serta aktif dalam membersihkan timbunan tanah dan batu yang menghalangi perjalanan, dengan dukungan alat berat yang membantu mempercepat proses pembersihan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya bersama antara aparatur dan masyarakat mampu mengatasi kendala yang muncul akibat dampak bencana alam, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antara pihak berwenang dan warga negara.
Sebagai perwujudan komitmen Polri terhadap pelayanan masyarakat, IPTU Surya Yusbar, Kapolsek Terangun, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memulihkan kondisi normal di wilayah terdampak.
“Kita fokus pada bagaimana cara agar aktivitas warga tidak terganggu terlalu lama. Mobilitas yang lancar adalah dasar bagi kelancaran kehidupan bermasyarakat, terutama dalam hal akses ke layanan publik dan kegiatan ekonomi,” katanya, yang juga menyampaikan arahan dari Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K. Menurutnya, Polri akan terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan pemulihan wilayah, khususnya di daerah yang terkena dampak bencana.
Jemadil, Kepala Desa Kute Reje, menegaskan bahwa keberhasilan pembukaan jalan ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak. “Kerja sama antara swadaya masyarakat, pemerintah desa, dan Polsek Terangun menjadi kunci utama dalam menyelesaikan masalah ini.
Sekarang jalan sudah dapat dilalui kendaraan dengan berbagai jenis, sehingga warga tidak perlu lagi mengambil jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jalur ini sangat penting untuk mendukung perekonomian lokal, karena banyak produk hasil usaha masyarakat yang harus melalui jalan ini untuk sampai ke pasar atau pusat pembelian.
Dengan kembali dapat digunakan, jalan Kute Reje–Soyo diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Banyak warga yang bergantung pada jalur ini untuk pergi bekerja, mengirim anak-anak sekolah, mendapatkan pelayanan kesehatan, serta memasarkan hasil produksi seperti tanaman pangan dan hasil hutan.
Upaya pemulihan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di kedua desa tersebut, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah dalam rangka mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan. [Candri]
Sumber: Humas Polres Gayo Lues.
























