Desa Degung,Karimun| Warta Tribun — Pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Degung, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, mulai menjadi sorotan warga. Sejumlah program yang dibiayai melalui anggaran desa disebut menimbulkan tanda tanya karena dinilai tidak menunjukkan hasil yang jelas di tengah masyarakat.
Keluhan itu mencuat setelah beberapa warga mempertanyakan realisasi kegiatan desa yang dianggap tidak sebanding dengan anggaran yang telah digelontorkan.
Berdasarkan penelusuran dan keterangan sejumlah warga pada Minggu (25/5/2026), dugaan kejanggalan disebut muncul dalam beberapa item kegiatan yang bersumber dari dana desa.
Warga menilai pengelolaan anggaran perlu ditelusuri lebih lanjut agar tidak menimbulkan kecurigaan berkepanjangan di tengah masyarakat. Mereka berharap ada keterbukaan pemerintah desa terkait penggunaan anggaran yang selama ini dijalankan.
Salah seorang warga berinisial SN mengaku kecewa terhadap sejumlah program desa yang menurutnya tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai beberapa kegiatan hanya berjalan secara administratif, namun hasilnya tidak terlihat secara jelas di lapangan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga mengenai efektivitas penggunaan dana yang setiap tahun terus dikucurkan pemerintah pusat ke desa.
Menurut SN, sejumlah kegiatan mulai dari program ketahanan pangan, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga proyek-proyek fisik desa layak mendapat perhatian serius.
Warga mengaku kesulitan memperoleh penjelasan rinci terkait pelaksanaan program-program tersebut. Bahkan, ketika masyarakat mencoba meminta keterangan, jawaban yang diterima disebut berbelit-belit dan tidak memberikan kepastian.
Keresahan warga semakin kuat karena dana desa sejatinya diperuntukkan untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Namun dalam praktiknya, sebagian warga mengaku belum merasakan manfaat yang signifikan dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Mereka berharap penggunaan anggaran desa tidak hanya sebatas laporan administrasi, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Situasi itu juga memunculkan dorongan agar pihak berwenang melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana desa di Desa Degung. Warga menilai langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan serta menghindari munculnya dugaan penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat maupun keuangan negara.
Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pemerintah desa disebut belum membuahkan hasil. Saat didatangi, kantor desa dalam kondisi tutup. Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp juga tidak mendapat tanggapan. Nomor kontak wartawan yang mencoba meminta klarifikasi bahkan disebut telah diblokir sehingga penjelasan resmi dari pihak desa belum diperoleh hingga berita ini diturunkan.
Kondisi minimnya keterbukaan informasi tersebut justru memperbesar tanda tanya publik. Transparansi dalam pengelolaan dana desa menjadi hal penting agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Ketika ruang klarifikasi tertutup, spekulasi dan dugaan di tengah masyarakat akan semakin berkembang. Karena itu, warga berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan terbuka terkait berbagai kegiatan yang dipersoalkan agar polemik tidak terus meluas di tengah masyarakat. [Rudi]

























